Sabtu, 30 Mei 2015

2. Al Baqoroh 253 - 254

setelah menegaskan bahwa Muhammad adalah salah satu utusan, ayat ini menjelaskan masing2 utusan diberi kelebihan, Musa dg kalam dan Isa dg ruh qudus, dan sebenarnya ini tanda dari keluasan dan kebijakan Allah, tetapi sebagian org tdk bisa melihat ini sbg kebijakan, mereka malah saling berselisih dan berakhir dg saling bunuh, 253.
Yahudi menolak Isa, menganggapnya sbg anak haram, sampai sekarang. Dlm sikap politik selanjutnya mereka memanfaatkan nasrani utk membendung islam, dan berhasil hingga kini. Sebagian nasrani menolak hukum2 taurot yg berat, dan membenci Islam, krn Islam menolak menuhankan Isa. Dlm sikap politik mereka mendukung yahudi krn hanya yahudi yg mampu menghadapi Islam, prinsip " musuhnya musuh adalah sekutu", the enemy of our enemy are partner. Ayat yg menjelaskan perselisihan ini, uniknya pd sambungan ayat berikutnya menyinggung ttg menafaqohkan harta sebelum terlambat, yakni sebelum harta tsb tdk bermanfaat. Apa korelasinya?
Lagi2 sudut pandang tasawuf menjawab kaitan dua ayat ini, yakni sifat sakho ; dermawan.
Org yg suka berselisih, suka konflik, suka pertentangan, suka "padu" dlm istilah jawa sebenarnya ada penyakit di hatinya, sakit secara psikis. Sebabnya banyak, bisa krn tekanan, stress, dosa, makanan haram dls, nah terapi yg paling bisa diandalkan adalah "sodaqoh", care thd sekitar. Saya bisa pastikan, setiap org yg suka berselisih itu ciri2nya kurang shodaqoh atau pelit, jika ahli agama ia akan berselisih dg tema agama, suka debat, jika pedagang ia akan selisih ttg harta, jika pejabat ia akan terlibat perselisihan politik, jika awam ia akan berselisih dg persoalan sehari-hari.
Dan kebanyakan ahli shodaqoh itu santai, agak pendiam, tdk koar2, menghindari perselisihan, bgmn pendapat anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar