setelah menjelaskan ttg perselisihan, ayat berikut sepertinya mengajak pembaca keluar konflik dan memahami esensi sifat Allah yg diperselisihkan, ayat yg terkenal dg sebutan "sayyidul ayatil quran", kepalanya ayat2 quran. Hampir semua org islam mengenal ayat ini dan hapal, krn ayat ini mendominasi rangkaian bacaan2 doa yg dibaca di pelosok kampung2 muslim.
Kursy adalah penampakan sifat fi'liyah, kerja, pengendali semua taqdir ilahi,penentu manfaat dan mudlorot, dan semua sifat yg berlawanan, miskin kaya, lurus sesat, gelap terang, mulya hina...dst, penentu rincian qodlo. Semua terliputi hukum kursy, termasuk yg dijelaskan pd ayat sebelumnya, yakni memberi kelebihan pd masing2 utusan, dan menghendaki org2 berselisih atau tdk, saling bunuh atau damai, semua mutlak dikendalikan Allah, tanpa lelah tanpa tidur, kendaliNya meliputi isi langit dan bumi.
Ini esensi dari realitas hidup, inilah konsep tuhan islam, dan tdk ada paksaan percaya pd konsep ini, krn kebenaran sangat jelas, iman juga diibaratkan ikatan yg tdk bisa putus, iman ini di hati dan Allah maha tahu isi hati, dan maha mendengar suara hati, 256, jika percaya/iman, Allah akan menempatkan dlm hidup yg terang (nur), cahaya. Dg cahaya iman ini mereka terbebas dari gelapnya kehidupan, yakni pengaruh tuhan2 bualan (toghut), yg pengikutnya kelak menghuni neraka, 257.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar