pembaca quran yg tdk teliti mungkin merasa janggal, barusan tema ayat kursi kok langsung cerita ttg Ibrahim dan Uzair, apa kaitannya?
Ayat ini adalah dialog nyata antara Raja Babilon pendiri menara Babel (sekarang wilayah Iraq), Namrudz yg mendakwa dirinya tuhan, dg utusan Allah Ibrahim, setelah gagal membakar Ibrahim, bahkan anak perempuan Namrudz, Ra'dah, mengakui kebenaran agama Ibrahim dan ikut masuk kobaran api, juga tdk terbakar.
Perhatikan argumen Namrudz yg dipatahkan Ibrahim, inilah kaitan dg ayat sebelumnya, yg dimaksud nur/cahaya adalah jln terang pikiran Ibrahim, sedangkan dlulumat/kegelapan adalah pikiran Namrudz.
Selain dewa ular dan api, yg tertinggi adalah dewa matahari, Namrudz mendakwa dirinya manunggal dg dewa matahari, trinitas kuno, bahkan dialah dewa matahari. "jika begitu apa kau sanggup terbitkan matahari dr barat?" demikian sanggahan Ibrahim.
Korelasi dg ayat kursi yakni ayat sebelum ini, ttg kendali alam semesta, wasi'a kursiyyuhu samawati wal ardla, Namrudz tdk punya kendali atas langit dan bumi, bgmn ngaku tuhan, kendalinya hanya wilayah dlohir kerajaan Babilon, itupun sebenarnya anugerah yg seharusnya disyukuri, bukan disombongkan.
Keyakinan lawak model begini banyak, jika mereka bukan org baik mereka mengaku tuhan, misal Firaun, Namrudz, Rabi2 Yahudi, Dajjal, Rezim Yahudi, atau dewa utk agama timur, Rahwana ... jika org baik diakui sbg tuhan atau dituhankan, misal; Uzair (yg akan disebut setelah ayat ini), Isa, kelima anak2 Adam, Kresna, Brahma, Syiwa, (lihat ; sanggahan konsep dewa dlm budhisme), Ali, Imam2 Syiah.....
Bagmn dg wahdatul wujud? kasus Siti Jenar, alHallaj, Abu Yazid Bustomi, Ibnu Aroby??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar